Rabu, 21 November 2012

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU


Oleh     : Tengku Neti Azni
 
Orang yang belajar atau berilmu akan bersifat profesional, dimana letak profesionalnya orang yang belajar filsafat ?
1. Merifer pada pemikiran para  filsuf
2. Dikaitkan dengan pengalaman
3. Ada objek (objeknya yang ada dan yang mungkin ada) dan metode
4. Menggunakan bahasa analog
5. Lebih intensif dan ekstensif

Ada tiga pertanyaan untuk menembus ruang dan waktu ini :

1. Siapa yang menembus ruang dan waktu?

objek yang menembus ruang dan waktu adalah diriku dan dirimu. kemudian siapakah dirimu? diriku itu adalah yang terikat dengan ruang dan waktu. jika diriku ditinjau dari dimensi spritual, normatif, formal, dan material maka diriku adalah sebagai berikut :
Spiritul : diriku adalah doa-doaku, ibadahku, amal perbuatanku
Normatif : diriku itu adalah pikiranku
Formal : diriku adalah gelarku, jabatanku
Matrerial : diriku yang di cubit teras sakit.
Diintensifkan lagi diriku itu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Diriku yang menebus ruang dan waktu adalah diriku secara normative yaitu aku sebagai pikiranku. ternyata yang menembus ruang dan waktu bukan hanya manusia tetapi segala yang ada di bumi ini seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, batu, dst.

2. Bagaimana caranya?

Cara untuk bisa menembus ruang dan waktu kita bisa gunakan pikiran kita, dengan waktu seketika saja kita bisa berada ditempat atau alam yang kita fikirkan. untuk bisa melihat kakbah kita tidak harus pergi ke mekah tapi kita bisa lihat pada waktu sholat, yang pikiran kita tertuju pada kakbah tersebut. begitulah kekuatan pikiran kita dalam menembus ruang dan waktu.

3. Apa yang disebut dengan ruang dan waktu?

Aksiona dari ruang adalah berdimesi : berdimensi 0. 1, 2, 3, 4 dst. Karena ini adalah aksioma maka orang awam tidak akan mengerti. orang awam hanya mengerti dengan dimensi satu,, dua dan tiga saja.
Ruangku sebenar-benarnya berbeda dengan ruangmu :  maka setiap yang ada dan yang mungkin ada merekat dengan ruang dan waktunya.
Waktu adalah masa yang setiap detik berubah.

Pertanyaan :
1. Kenapa pikiran terkadang bisa capek?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar